Hilang Sejak 10 September, Lansia Ditemukan Mengapung di Sungai Brantas Kertosono
SeputarKita, Nganjuk — Suasana mencekam menyelimuti wilayah Sungai Brantas, Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, setelah ditemukan jenazah seorang lansia mengapung di aliran sungai tersebut.
Penemuan bermula dari RW, seorang pekerja tambal aspal yang sedang beristirahat di Jembatan Kertosono, ketika melihat sesosok tubuh mengapung di permukaan sungai. Ia segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak Polsek Kertosono.
Petugas kepolisian langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Nganjuk. Tim gabungan pun segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membengkak, kulit mengelupas, dan terdapat belatung. Korban mengenakan kaos coklat bergambar Semar, tanpa celana dalam, serta memakai kalung tasbih dan gelang kecil di tangan. Tinggi badan korban diperkirakan sekitar 157 cm. Pemeriksaan awal tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan pada tubuh korban.
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Kertosono untuk keperluan visum et repertum. Tak lama berselang, keluarga yang sebelumnya telah melaporkan kehilangan anggota keluarga mendatangi lokasi kejadian. Berdasarkan pengenalan, korban diketahui berinisial AM (73 tahun), laki-laki, warga Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, yang hilang sejak Kamis, 10 September 2026.
Keluarga menyatakan pasrah dan ikhlas atas kepergian ayahnya. Secara tertulis, keluarga menyatakan tidak menuntut pihak mana pun dan meminta agar tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, serta mengizinkan pemulangan jenazah untuk dimakamkan. (NT).
