52 Siswa SMA Negeri 3 Nganjuk Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis

0
IMG-20260902-WA0018

SeputarKita, Nganjuk – Sebanyak 52 siswa SMA Negeri 3 Nganjuk dilaporkan mengalami keracunan makanan usai menerima layanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026). Kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB saat makanan tiba di sekolah yang berlokasi di Jalan Bengawan Solo No. 109, Nganjuk.

Makanan disalurkan oleh Yayasan Kesatria Raja Angga, SPPG Begadung, beralamat di Jalan Widas No. 03, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk. Menu yang disajikan berupa nasi goreng, ayam suwir, telur, acar, dan seiris buah semangka.

Salah satu korban, Nikmatul, siswi kelas XI, merasakan gejala sekitar satu jam setelah makan: pusing, mual, muntah, dan nyeri perut. Tak lama kemudian, laporan serupa bermunculan dari banyak temannya. Pihak sekolah segera melaporkan situasi ke Dinas Kesehatan dan meminta bantuan ambulans.

Belasan unit ambulans berdatangan ke halaman sekolah untuk mengevakuasi para siswa. Karena kapasitas Puskesmas Nganjuk tidak memadai, pasien dirujuk ke tiga rumah sakit di wilayah tersebut:

– RS Islam Nganjuk: 13 siswa

– RS Umum Nganjuk: 19 siswa

– RS Bhayangkara Nganjuk: 20 siswa

Saat ini, 23 siswa sudah diizinkan pulang setelah pemantauan, 1 siswa masih menjalani observasi di Puskesmas, dan puluhan lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit.

Kepala Puskesmas Nganjuk, Dr. Rio Kasino, membenarkan ratusan siswa datang dengan keluhan pusing, mual, muntah, sakit perut, dan lemas. “Kemungkinan besar penyebabnya adalah makanan, namun dari bahan apa belum dapat dipastikan. Sampel sedang diuji dan penyelidikan masih berjalan,” ujarnya kepada awak media.

Saat awak media mendatangi dapur penyedia MBG di Kelurahan Begadung, lokasi tampak tertutup dan dijaga petugas keamanan. Kepala dapur bernama Zidan dikatakan tidak berada di tempat. Kendaraan Dinas Kesehatan yang keluar dari lokasi juga enggan memberikan keterangan; awak media diarahkan menghubungi Satgas SPPG yang diwakili Yudi Ermanto. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Satgas.

Pihak berwenang terus menelusuri penyebab pasti keracunan, mengambil sampel sisa makanan, serta memeriksa proses pengolahan dan penanganan makanan di dapur penyedia. Masyarakat dan orang tua siswa menunggu hasil penyelidikan resmi agar kejadian serupa tidak terulang. (NT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *