SeputarKita, Pemalang – Dalam upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Petarukan menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) di Aula Kecamatan Petarukan, Senin 15 juni 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Petarukan Muhibbin, Sekretaris Kecamatan Petarukan Agus, Danramil Petarukan Kapten Inf. Teguh, Kapolsek Petarukan AKP Amroni, Ketua TP PKK Kecamatan Petarukan beserta jajaran, tim Puskesmas Kecamatan Petarukan, staf Kecamatan Petarukan, Korcam SPPG Petarukan Dani Firmannudin, perwakilan Korwil Kabupaten Eka Siwi, 19 Kepala SPPG yang telah beroperasi, para kepala desa se-Kecamatan Petarukan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa saat ini terdapat 19 SPPG yang telah beroperasi, sementara 4 SPPG lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan dipersiapkan untuk segera beroperasi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Korcam SPPG: Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan
Korcam SPPG Petarukan, Dani Firmannudin, menyampaikan apresiasi kepada Forkopimca, pemerintah desa, TP PKK, tim Puskesmas, dan seluruh stakeholder yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program MBG.
“Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi tanggung jawab SPPG, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur. Karena itu sinergi, komunikasi, dan koordinasi harus terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.
Dani juga menekankan pentingnya penyaluran manfaat kepada kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, agar dilaksanakan sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional, dengan dukungan pengawasan dan pendampingan dari tenaga kesehatan di wilayah setempat.
Camat Petarukan Dorong Pelayanan Berkualitas
Camat Petarukan, Muhibbin, menegaskan pentingnya profesionalisme seluruh pelaksana Program MBG dengan mengedepankan pelayanan yang berkualitas serta komunikasi yang baik bersama seluruh stakeholder.
“Harapan kami, pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Petarukan dapat berjalan dengan baik dan mengedepankan prinsip zero complaint. Apabila muncul kendala di lapangan, segera lakukan koordinasi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait agar dapat diselesaikan secara cepat dan tepat,” ucapnya.
Danramil: Tingkatkan Kualitas Menu dan Libatkan BUMDes
Danramil Petarukan Kapten Inf. Teguh menyampaikan bahwa kualitas menu yang disajikan oleh dapur SPPG perlu terus ditingkatkan agar benar-benar memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Menu yang disajikan hendaknya terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan oleh para penerima, baik anak-anak maupun kelompok sasaran lainnya,” ujarnya.
Selain itu, Danramil juga mendorong agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat dilibatkan secara lebih maksimal dalam mendukung operasional dapur SPPG.
“Pelibatan BUMDes menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan bahan pangan lokal sekaligus memberdayakan potensi ekonomi desa. Dengan demikian, Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa,” tambahnya.
Kapolsek: Perkuat Komunikasi dan Jaga Kondusivitas
Kapolsek Petarukan AKP Amroni menegaskan komitmen Polri dalam mendukung kelancaran Program MBG melalui terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
“Komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder, termasuk pemerintah desa, instansi terkait, tenaga kesehatan, dan rekan-rekan media sangat penting agar pelaksanaan program berjalan lancar dan informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Petarukan. Melalui sinergi antara Forkopimca, pemerintah desa, Puskesmas, TP PKK, SPPG, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan program prioritas nasional ini dapat berjalan semakin optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan potensi desa. (FN)
