Seputarkita,NGAWI – Pemerintah Desa Sumbersari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar di Posyandu Anggrek, Dusun Tenden, Selasa (9/6/2026).
Program ini menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada balita, tetapi juga menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari bayi, remaja, usia produktif, ibu hamil, ibu nifas hingga lanjut usia (lansia).
Kegiatan yang diprakarsai Pemerintah Desa Sumbersari di bawah kepemimpinan Kepala Desa Zwenly Styo Pramono tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai layanan kesehatan yang disediakan.

Berdasarkan data pelaksanaan kegiatan, sebanyak 15 balita mendapatkan pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Selain itu, 20 remaja mengikuti edukasi gizi, pencegahan anemia, dan konseling kesehatan.
Sementara itu, 30 warga usia produktif mengikuti skrining penyakit tidak menular, seperti pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Sebanyak 25 lansia memperoleh pemeriksaan kesehatan berkala serta mengikuti senam ringan untuk menjaga kebugaran tubuh.
Layanan Posyandu ILP juga menjangkau kelompok ibu dan anak. Tercatat dua ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan serta edukasi persiapan persalinan, sedangkan satu ibu nifas memperoleh pemantauan kesehatan pasca melahirkan.
Kepala Desa Sumbersari, Zwenly Styo Pramono, mengapresiasi dedikasi para kader kesehatan dan tingginya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
“Kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan desa. Melalui Posyandu ILP di Dusun Tenden ini, kami ingin memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan kesehatan dasar yang berkualitas. Dengan masyarakat yang sehat, produktivitas dan kualitas hidup warga juga akan semakin meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, konsep Integrasi Layanan Primer menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, menyeluruh, dan berkelanjutan di tingkat desa.
Kini, Posyandu Anggrek tidak lagi sekadar menjadi tempat penimbangan balita, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan kesehatan komunitas yang melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, warga dapat memperoleh layanan promotif, preventif, hingga deteksi dini berbagai masalah kesehatan secara lebih mudah dan dekat.
Keberhasilan pelaksanaan Posyandu ILP di Dusun Tenden diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus motivasi bagi wilayah lain dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, terwujudnya desa yang sehat, mandiri, dan produktif bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kenyataan.(Pathok)
