SeputarKita, Nganjuk – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti Dusun Ngreco, Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso. Pagi itu, tepat pukul 10.00 WIB, warga masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi Sumur Gede, membawa beraneka ragam makanan, buah-buahan, serta hasil bumi. Semua itu disiapkan untuk melaksanakan tradisi Sedekah Bumi, sebuah ritual selamatan dan dzikir yang dipimpin langsung oleh sesepuh dusun setempat. Sabtu, 23 Mei 2026.
Tradisi Tahunan Penuh Makna
Menurut keterangan Bapak Sumanto selaku Kamituwo Dusun Ngreco, acara Sedekah Bumi ini rutin diselenggarakan setiap satu tahun sekali. Pelaksanaannya jatuh pada bulan Dzulhijah atau yang sering disebut masyarakat Jawa sebagai Bulan Besar, tepatnya di hari Sabtu Kliwon.
“Acara ini tujuannya untuk nguri-nguri budaya Jawa, bagian dari hukum adat yang biasa dikenal dengan istilah Nyadranan. Selain sebagai wujud rasa syukur, ini juga bentuk penghormatan kami kepada para leluhur yang telah mendirikan dan merintis Dusun Ngreco ini,” ungkap Sumanto.
Sejarah ‘Sumur Gede’ dan Misteri yang Menyertai
Dalam penuturannya, Sumanto kembali menceritakan sejarah kelahiran dusun ini. Dulu, kawasan Ngreco masih sepi dan hanya dihuni sedikit penduduk. Kesulitan terbesar saat itu adalah ketersediaan air bersih. Para nenek moyang pun berinisiatif menggali tanah untuk membuat tempat penampungan air agar warga bisa memenuhi kebutuhan minum dan pertanian.
“Menurut cerita turun-temurun, saat proses penggalian itulah secara tidak sengaja ditemukan sebuah arca di dalam tanah. Ketika arca itu diangkat, muncul rembesan air dari bawah dan samping tempat arca itu berada. Lama-kelamaan air itu makin banyak dan lubang galian itu pun penuh berisi air. Sejak saat itu, tempat itu kami sebut Sumur Gede, dan menjadi asal mula nama serta keberadaan Dusun Ngreco hingga sekarang,” tutur Sumanto melanjutkan kisah sejarah.
Hingga kini, Sumur Gede masih menyimpan kisah dan kepercayaan yang kental di hati warga. Konon, air dari sumur ini dipercaya memiliki khasiat; apabila diambil dan diminumkan atau digunakan untuk orang yang sedang sakit, dipercaya dapat membawa kesembuhan. Keistimewaan lain yang membuat warga kagum adalah sifat airnya yang tak pernah kering. Walaupun musim kemarau panjang melanda, ketinggian air di Sumur Gede ini tetap penuh dan tak pernah surut.
Puncak Acara: Hiburan Tayub dan Wayang Kulit Ki Purbo Asmoro
Rangkaian puncak perayaan Bersih Dusun dan Sedekah Bumi ini semakin meriah dengan serangkaian hiburan yang disiapkan panitia. Pada siang hari, suasana akan dimeriahkan dengan seni hiburan Tayub, di mana warga dapat bergembira bersama menikmati irama dan tarian tradisional.
Kemudian di malam harinya, kemeriahan mencapai puncaknya dengan pertunjukan Wayang Kulit. Panitia mendatangkan dalang kondang yang berasal dari Jawa Tengah, Ki Purbo Asmoro. Dalam pentas malam itu, Ki Purbo Asmoro akan membawakan lakon yang sangat populer dan dinanti banyak orang, yaitu “Dumadine Punokawan” (Kelahiran/Munculnya Punokawan). Lakon ini diketahui penuh dengan pesan moral, sindiran halus, serta hiburan jenaka yang sangat cocok dengan suasana syukuran masyarakat.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara, warga Dusun Ngreco berharap tradisi ini senantiasa lestari, hubungan antarwarga semakin erat, dan rahmat serta berkah senantiasa menyertai kehidupan mereka, sebagaimana air Sumur Gede yang tak pernah kering dan terus memberi kehidupan. (NT)
