
Seputarkita,Magetan –Kerja keras dan Kolaborasi bersama Pemerintah,Masyarakat dan seluruh Elemen serta Stakeholder di Magetan Berbuah Penghargaan Adipura Kategori Kota Bersertifikat (Menuju Kota Bersih) dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut di sampaikan di Jakarta dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)” Rabu(25/2).
Penilaian tahun ini dilakukan sangat ketat. Dari 345 kabupaten/kota yang dievaluasi secara nasional:
• Tidak ada satu pun daerah yang memperoleh predikat Adipura Kencana (Sangat Bersih) maupun Adipura (Bersih).
• Hanya 35 daerah yang meraih predikat Adipura Kategori Kota Bersertifikat (Menuju Kota Bersih).
• Sebanyak 253 kabupaten/kota masuk kategori Kota dalam Pembinaan (Kotor).
• Dan 132 kabupaten/kota masuk kategori Kota dalam Pengawasan (Sangat Kotor).
Magetan termasuk dalam 35 daerah yang memperoleh penghargaan Adipura kategori Menuju Kota Bersih. Capaian ini menunjukkan bahwa tata kelola pengelolaan sampah di Kabupaten Magetan telah memenuhi indikator nasional, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek kelembagaan dan pembiayaan.
Komitmen yang tinggi terhadap pengelolaan sampah sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia dalam menangani darurat sampah dengan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Teristimewa, Penghargaan ini diraih di tengah kondisi darurat sampah daerah, mengingat TPA Milangasri telah penuh, sementara rencana pembangunan TPA baru di Desa Botok masih dalam proses dan belum terbangun.
Dalam evaluasi nasional, beberapa faktor yang memengaruhi nilai Magetan antara lain:
• Belum terbentuknya UPTD khusus pengelolaan sampah, sehingga pada indikator kelembagaan memperoleh nilai 0.
• Proporsi anggaran pengelolaan sampah yang secara ideal direkomendasikan minimal 3% dari APBD, sementara saat ini alokasi masih sangat terbatas.
Meski demikian, Kabupaten Magetan tetap mampu memenuhi prasyarat penting, termasuk pengendalian TPS liar dan pengelolaan TPA dengan metode controlled landfill (pengurugan berkala) sesuai ketentuan teknis.
Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras luar biasa seluruh jajaran kebersihan, khususnya Kerja Keras yellow force pasukan kuning dari pemerintah kabupaten, ksm kelompok swadaya masyarakat, Tps3R, bank sampah, Pokja Kebersihan, relawan lingkungan, dan partisipasi masyarakat.
Para Petugas kebersihan yang telah terbiasa bekerja malam hari untuk memastikan pengangkutan dan penanganan sampah berjalan optimal. Sehingga saat masyarakat memulai aktivitas di pagi hari, lingkungan sudah dalam kondisi bersih dan tertata.
Di tengah keterbatasan sarana, tekanan kapasitas TPA, serta ketatnya standar penilaian nasional, Magetan tetap mampu menunjukkan sistem operasional pengelolaan sampah yang berjalan.
Bupati Magetan bunda Nanik Sumantri menyampaikan “Adipura kategori Menuju Kota Bersih ini kita raih di tengah kondisi darurat sampah. Ini bukti kerja keras seluruh jajaran dan dukungan masyarakat. Namun kita juga menyadari masih ada pekerjaan rumah besar, terutama penguatan kelembagaan dan dukungan anggaran. Pemerintah Kabupaten Magetan berkomitmen membenahi sistem secara bertahap agar ke depan dapat meningkat menuju kategori yang lebih tinggi.”
Lebih lanjut bupati pertama wanita di magetan ini mengingatkan Penghargaan Adipura ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi melalui Gerakan Pilah Sampah dari Rumah yg kemarin sudah bunda lounching. Ini sebagai langkah strategis mengurangi beban TPA dan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Terima kasih masyarakat magetan yg sudah peduli terhadap kebersihan. Capaian penghargaan ini kami persembahkan untuk warga magetan semua.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan pangan Kabupaten Magetan saif Muchlissun “Ini adalah pengakuan atas kerja nyata di lapangan. Yellow Force, KSM, bank sampah dan relawan lingkungan bekerja tanpa kenal waktu. Evaluasi ini menjadi arah perbaikan, terutama pembentukan UPTD dan penguatan pembiayaan. Target kami jelas: memperkuat tata kelola, mempercepat solusi TPA, dan meningkatkan kategori pada penilaian berikutnya.”
Magetan terus berbenah — bekerja keras di tengah keterbatasan, melangkah pasti menuju Kota Bersih(Ndri)
