
Seputarkita,SRAGEN – Kabupaten Sragen kini memiliki destinasi wisata baru yang mulai mencuri perhatian publik regional. Waduk Segebyar, yang berlokasi di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, bertransformasi menjadi ikon wisata unggulan yang digadang-gadang mampu menembus batas kabupaten hingga provinsi.
Sosok di balik berkembangnya Waduk Segebyar adalah Heriyanto, Kepala Dusun (Kasun) Desa Jambeyan. Dengan kegigihan dan komitmen kuat, ia merintis dan mengembangkan kawasan waduk sejak awal hingga kini menjadi magnet wisata baru bagi masyarakat.
Terletak di kawasan strategis dekat Bayanan, Waduk Segebyar tidak lagi sekadar berfungsi sebagai penampung air. Berkat sentuhan inovatif dan pengelolaan berbasis potensi lokal, kawasan ini menjelma menjadi ruang wisata alam yang asri dan nyaman.

Ribuan Pengunjung Padati Waduk Segebyar Setiap Akhir Pekan
Antusiasme masyarakat terhadap Waduk Segebyar terbilang sangat tinggi. Pantauan di lapangan menunjukkan, setiap akhir pekan—Sabtu dan Minggu—kawasan wisata ini dipadati ribuan pengunjung. Tak hanya wisatawan lokal Sragen, pengunjung juga datang dari berbagai daerah sekitar, termasuk kabupaten tetangga lintas provinsi.
“Kami melihat potensi yang sangat besar. Kehadiran ribuan pengunjung setiap akhir pekan menjadi bukti bahwa masyarakat membutuhkan destinasi wisata alam yang segar dan ramah keluarga,” ungkap Heriyanto.
Sentra Kuliner “Jaman Dulu”, Dorong UMKM dan Wisata Nostalgia
Ke depan, Heriyanto memiliki visi besar menjadikan Waduk Segebyar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif desa. Salah satu gagasan unggulannya adalah menghadirkan Sentra Kuliner Jaman Dulu (Jadul).
Konsep ini dirancang untuk menyuguhkan pengalaman nostalgia melalui aneka jajanan tradisional khas tempo dulu di tepi waduk. Selain menjadi daya tarik wisata, sentra kuliner tersebut diharapkan mampu memberdayakan pelaku UMKM lokal sekaligus melestarikan kekayaan kuliner tradisional.
Jalur Strategis Penghubung Sragen–Ngawi
Keunggulan Waduk Segebyar tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga nilai strategis secara geografis. Kawasan ini berada di jalur penghubung antarwilayah, tepatnya antara Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Pembangunan akses jalan langsung dari Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, menuju Desa Sine, Kabupaten Ngawi, menjadikan kawasan Waduk Segebyar sebagai jalur transit yang potensial. Kondisi ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan antarprovinsi.
Harapan untuk Kesejahteraan Masyarakat
Menutup keterangannya, Heriyanto berharap pengembangan Waduk Segebyar tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kami, Waduk Segebyar dapat memberikan dampak positif bagi warga, baik dari sisi ekonomi, hiburan keluarga, maupun sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwilayah,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Waduk Segebyar kini siap melesat menjadi ikon baru pariwisata Kabupaten Sragen, sekaligus destinasi unggulan di kawasan perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur.(Pathok)
Media Seputar Kita Portal Berita Terdepan Di Jawa Timur