
Seputarkita,Nganjuk – Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Jumadi, Amd., S.E., M.H., M.M., M.B.A., meresmikan jembatan penghubung antar desa yang berlokasi di Desa Banjarejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Kamis (22/1/2026).
Jembatan yang menghubungkan Desa Banjarejo dengan desa-desa lain di wilayah Kecamatan Rejoso ini memiliki panjang 27 meter dan lebar 3,5 meter.
Pembangunannya dibiayai melalui APBD Kabupaten Nganjuk dengan nilai anggaran sebesar Rp1.972.327.300 (satu miliar sembilan ratus tujuh puluh dua juta tiga ratus dua puluh tujuh ribu tiga ratus rupiah).
Proyek pembangunan jembatan tersebut dikerjakan oleh CV Aliyyah dengan masa pengerjaan selama 90 hari kalender.
Acara peresmian dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Ony, Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk Komisi IV Marianto, S.Sos., M.A.P., serta jajaran Forkopimcam Kecamatan Rejoso, yang meliputi Camat Rejoso, Kapolsek Rejoso, Danramil 0815 Rejoso, seluruh kepala desa se-Kecamatan Rejoso, perangkat Desa Banjarejo, dan masyarakat setempat.
Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Camat Rejoso Teguh Ovi Andriyanto, S.IP. yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bupati Nganjuk. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Marianto selaku anggota DPRD Kabupaten Nganjuk dari Komisi IV.
Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi mengajak masyarakat Desa Banjarejo untuk menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang, khususnya sebagai akses pendukung kegiatan ekonomi warga.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Nganjuk yang diserahkan kepada Kepala Desa Banjarejo, Sukarmi, kemudian pengguntingan pita bersama istri Bupati sebagai tanda jembatan resmi dibuka dan dapat dilalui kendaraan. Acara ditutup dengan penandatanganan prasasti serta doa bersama.
Jembatan yang diberi nama “Jembatan Merah Putih” ini disambut antusias oleh warga. Sebelumnya, jembatan lama hanya dapat dilalui pejalan kaki dan sepeda motor karena terbuat dari papan kayu yang rawan rusak. Kini, jembatan baru sudah dicor dan dapat dilalui kendaraan roda empat.
Rasa syukur dan kebanggaan tampak dari antusiasme warga yang berbondong-bondong berfoto bersama Bupati Nganjuk di atas jembatan baru tersebut. (NT)
